4 Macam Game Edukasi untuk Anak dan Manfaatnya

Sekarang ini media pembelajaran yang menarik sudah umum ditemui dan digunakan di banyak lembaga pendidikan, termasuk pendidikan anak usia dini. Selain lebih seru dan menyenangkan, media edukasi seperti lagu, game, dan flash card juga terbukti lebih efektif dalam mencapai target pembelajaran peserta didik. Berikut macam-macam game edukasi yang bisa diterapkan pada anak usia dini beserta manfaatnya.

Puzzle

Puzzle atau bongkar pasang merupakan game yang paling mudah ditemukan di mana pun, baik di sekolah, rumah, sampai toko mainan. Tahukah Anda ada banyak manfaat yang bisa diperoleh dari bermain puzzle?

  • Melatih logika
  • Merangsang kemampuan motorik halus
  • Melatih keterampilan kognitif anak
  • Melatih kesabaran
  • Melatih problem-solving

Pasar-Pasaran


Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan permainan sederhana yang satu ini, kan? Siapa sangka, bermain pasar-pasaran (atau sejenisnya) bisa melatih kemampuan bersosialisasi pada anak-anak. Karena membutuhkan teman saat memainkannya, tidak hanya bersosialisasi, permainan ini juga akan mengasah kemampuan bernegosiasi anak-anak.

Bingo!

Permainan Bingo! sangat efektif diterapkan kepada anak-anak yang sedang belajar mengenal huruf, angka, sampai kosa kata. Selain itu, game ini juga akan merangsang perkembangan motorik halus si anak lewat kegiatan menandai angka atau huruf yang dikerjakannya. Tidak heran kalau Bingo! selalu diterapkan guru-guru di banyak negara maju.

Game Edukasi – Kartun Muslim

Nah, game yang satu ini diciptakan khusus untuk anak-anak muslim kesayangan Bunda. Selain mudah diaplikasikan, media ini juga disusun dengan gambar dan warna yang menarik sehingga ananda akan merasa senang ketika memainkannya. Seperti namanya, Kartun Muslim memiliki konten pembelajaran agama Islam yang lengkap, mulai dari belajar mengenal huruf hijaiyah, membaca Alquran untuk anak, doa-doa sholat, serta doa harian yang mudah dihafalkan anak.

Pada dasarnya, dunia anak adalah bermain, bukan belajar. Dengan menerapkan keempat game di atas, anak akan merasa tetap sedang bermain sekalipun sebenarnya sedang belajar. Nah, selamat mengaplikasikan dan semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *