3 Alasan Mengapa Kumpulan Doa Sehari-hari Sulit Dihafalkan

Salah satu masalah terbesar dalam mengajarkan kumpulan doa kepada anak atau siapa saja yang tidak tahu adalah banyaknya doa. Dalam Islam, berbagai aktivitas memiliki doa tersendri agar apa yang dilakukan bisa barokah dan mendapatkan manfaat yang maksimal.

Banyaknya doa ini kerap membuat anak jadi kesulitan, akhirnya mereka cenderung malas untuk mempelajarinya. Alih-alih menghafal banyak doa, anak akhirnya tidak mempraktikkannya sama sekali. Melihat kejadian seperti ini, orang tua akhirnya hanya bisa pasrah dan mengelus dada.
Nah, agar anak mau mempelajari kumpulan doa yang berguna untuk mereka, coba cari tahu masalah yang kerap terjadi.

Orang Tua Terlalu Memaksa

Kita semua tahu kalau doa yang dirapalkan anak setiap akan melakukan aktivitas adalah hal yang penting. Namun, orang tua tidak bisa memaksanya untuk langsung hafal. Kumpulan doa jumlahnya cukup banyak. Daya tangkap anak mungkin lebih bagus dari orang tua, tapi kemampuan anak berbeda-beda.

Daripada memarahi anak atau menghukumnya karena tidak hafal, kenapa tidak diberi penguatan positif saja. Dengan mendorong anak untuk terus maju tanpa membuat mental mereka anjlok, keinginan belajar justru meningkat. Dampaknya, anak bisa menguasai kumpulan dengan cepat.

Tidak Diberi Contoh

Anak cenderung meniru apa yang dilakukan oleh orang tuanya. Kalau orang tua hanya memaksa anak untuk hafal tanpa mengajarinya secara langsung, mereka akan susah menyerap ilmu secara tidak langsung.

Lebih baik langsung beri contoh tanpa memaksa anak secara keras. Dengan contoh nyata, anak akan mampu menguasai kumpulan doa dengan lebih cepat.

Metode Belajar Doa yang Kurang Menyenangkan

Selama ini, media belajar kumpulan doa hanyalah drill setiap hari dengan membaca doa berulang-ulang. Cara kuno ini mungkin efektif, tapi membuat anak jadi cepat bosan. Apalagi anak kekinian lebih suka tampilan visual.

Nah, untuk menyiasati hal ini, Anda bisa menggunakan Kartu Muslim yang dikombinasikan dengan aplikasi. Dengan bantuan kartu ini, Anda bisa mengajarkan doa dengan lebih mudah dan menarik. Tampilan Augemented Reality dan suara yang bisa diubah bahasanya membuat anak jadi terkesan.
Inilah beberapa alasan mengapa kumpulan doa sulit dihafal dan dipahami oleh anak. Semoga bisa dijadikan rujukan untuk mengajari anak doa-doa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *